Top skor Piala Dunia 2026 – Siapa yang akan meraih Sepatu Emas?

    • Penulis, Andy Cryer
    • Peranan, Jurnalis Senior BBC Sport
  • Telah diterbitkan
  • Waktu membaca: 5 menit

Persaingan meraih predikat pencetak gol terbanyak alias Sepatu Emas pada Piala Dunia 2026 akan dikenang sepanjang masa.

Dua gol Kylian Mbappe dalam kekalahan Prancis 4-6 dari Inggris pada perebutan posisi ketiga menambah total perolehannya menjadi 10 gol—unggul dua gol atas Lionel Messi. Akan tetapi, pemain Argentina itu masih memiliki satu pertandingan lagi untuk merespons.

Jika pemain berusia 39 tahun tersebut gagal melampaui perolehan gol Mbappe saat final melawan Spanyol, Mbappe akan menjadi pemain pertama yang memenangkan penghargaan Sepatu Emas sebanyak dua kali.

Sejumlah pengamat sepak bola menduga khalayak dunia sedang menyaksikan sesuatu yang istimewa ketika para pemain terbaik dunia memecahkan rekor di panggung terbesar olahraga ini.

Pakar sepak bola Prancis, Julien Laurens, mengatakan kepada BBC Sport: "Dengan para bintang besar, mereka ingin bola sepanjang waktu.

"Saya kira mereka bukan hanya mengejar Sepatu Emas, sebagian dari mereka juga mengejar rekor sepanjang masa."

Rekor Miroslav Klose tumbang

Saat Piala Dunia 2026 dimulai, rekor Miroslav Klose masih bertahan. Pemain Jerman itu memuncaki daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia dengan 16 gol.

Mbappe kini memimpin persaingan itu dengan 22 gol, unggul satu gol atas Messi.

Baca juga:

Pada Piala 2026, Mbappe menyumbangkan dua gol ke gawang Senegal dan dua gol ke gawang Irak pada babak grup. Pada babak 32 besar, dia membantu Prancis menyingkirkan Swedia dengan mencetak dua gol.

Pada babak 16 besar, dia mencatatkan satu gol ke gawang Paraguay. Kemudian, satu gol ke gawang Maroko pada babak perempat final.

Dua gol terakhir dia jaringkan ke gawang Inggris pada perebutan posisi tiga.

Pakar sepak bola Prancis, Julien Laurens, berkata: "Saya pikir ini bisa menjadi pertunjukan Kylian Mbappe lagi karena rekor luar biasa yang sedang ia kejar."

Messi saat ini mengoleksi 21 gol dari enam gelaran Piala Dunia.

Pada fase grup Piala Dunia 2026, dia mencetak enam gol, yaitu ketika Argentina menghadapi Austria (dua gol), Aljazair (tiga gol), dan Yordania (satu gol).

Pada babak 32 besar, Messi menyumbang satu gol saat Argentina melawan Tanjung Verde.

Kemudian, Messi menambah satu gol pada babak 16 besar.

Koleksi tersebut kemungkinan akan bertambah mengingat Argentina masih akan menantang Spanyol pada laga final.

Haaland memeroleh tujuh gol. Pemain Manchester City itu mencetak empat gol pada babak grup saat Norwegia menghadapi Irak (dua gol) dan Senegal (dua gol).

Pada babak 32 besar, Haaland menceploskan satu gol ke gawang Pantai Gading.

Pada babak 16 besar, Haaland menumbangkan Brasil dengan memborong dua gol.

Selain Haaland, Jude Bellingham (Inggris) juga memeroleh tujuh gol.

Adapun Harry Kane (Inggris) dan Ousmane Dembele (Prancis) sama-sama mengoleksi enam gol.

Mengincar rekor Piala Dunia 1958

Mbappe kini memuncaki daftar pencetak gol terbanyak timnas Prancis.

Kemudian, Haaland adalah pencetak gol terbanyak Piala Dunia bagi Norwegia—hanya setelah dua pertandingan.

Lalu, Harry Kane telah menyamai rekor gol Gary Lineker untuk Inggris di Piala Dunia.

Semuanya akan mengincar rekor Just Fontaine dari Prancis pada Piala Dunia 1958 yaitu mencetak 13 gol dalam satu turnamen.

Hanya tiga pemain—Fontaine, Gerd Muller untuk Jerman pada 1970, dan Sandor Kocsis dari Hungaria pada 1954—yang pernah mencetak gol hingga dua digit dalam satu Piala Dunia.

Baca juga:

Mantan bek Prancis, Gael Clichy, mengatakan kepada BBC Sport: "Kylian Mbappe adalah bagian dari generasi yang memiliki faktor tanpa rasa takut.

"Saya ingat ketika saya memulai, kami harus menghormati generasi yang lebih tua saat kami masuk. Kami juga tidak berupaya mempermalukan para senior.

"Generasi ini, mereka punya rasa hormat, tetapi dengan cara berbeda. Jangan bicara tentang usia, bicara tentang performa."

Jadi, kembali ke persoalan kecil tentang persaingan meraih Sepatu Emas.

"Itu bukan sesuatu yang saya pikirkan sekarang," kata Mbappe.

"Leo selalu mencetak gol. Dia selalu melakukannya dan akan selalu begitu.

"Jika saya mulai memperhatikannya, saya akan merasa harus melakukan lebih. Jadi saya tidak melihat apa yang dia lakukan. Saya hanya memikirkan membantu tim saya. Dengan membantu tim, saya mencetak gol dan mendekati level tersebut."

Pelatih Norwegia, Stale Solbakken, mungkin tidak mengejutkan, menyanjung Haaland.

"Dia adalah penyerang terbaik – dia tidak bermain untuk Prancis atau Argentina, dia mencetak gol untuk Norwegia," katanya.

"Lebih mudah memenangkan Sepatu Emas ketika Anda bermain untuk Prancis dan Argentina, tetapi kami akan mencoba memberi Erling lebih banyak pertandingan, dan lebih banyak dukungan juga di pertandingan berikutnya. Jadi dia sedang on fire dan saya sangat senang untuknya bahwa dia bisa mencetak gol di panggung terbesar."

Artikel ini kami perbarui secara berkala.