Spanyol juara Piala Dunia, bagaimana analisis pertandingan final versus Argentina?

    • Penulis, Phil McNulty
    • Peranan, Editor Utama BBC Sport
  • Telah diterbitkan
  • Waktu membaca: 4 menit

Spanyol layak memenangkan pertandingan final Piala Dunia 2026 yang sangat mengecewakan, Senin (20/07) dini hari. Gol yang dicetak Ferran Torres di babak perpanjangan waktu akhirnya mematahkan perlawanan Argentina yang bermain dengan 10 pemain.

Spanyol, yang berstatus juara Piala Eropa 2024, menciptakan berbagai peluang terbaik melawan Argentina yang menyandang status juara bertahan Piala Dunia 2022.

Argentina sepanjang laga hampir selalu mengandalkan taktik mengganggu pemain lawan. Mereka kehilangan Enzo Fernandez yang diganjar kartu merah saat pertandingan hendak memasuki babak perpanjangan waktu.

Ferran Torres menjadi pahlawan bagi Spanyol ketika dia menyambut umpan sundulan rekannya, Nico Williams. Torres membobol gawang kiper Argentina, Emiliano Martinez, dengan tendangan keras dari jarak dekat pada menit ke-106.

Pertandingan final ini gagal memenuhi ekspektasi publik karena menunjukkan pertarungan strategi agar pemain tim lawan diganjar kartu merah.

Di luar lapangan, final Piala Dunia ini diwarnai oleh kemeriahan dan kehadiran para figur publik. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terbang ke lokasi laga di New Jersey menumpang helikopter. Trump tiba sebelum kick-off.

Penyanyi ternama Shakira, Madonna, dan Justin Bieber juga tampil dalam pertunjukan jeda paruh waktu yang untuk pertama kalinya dilakukan pada ajang Piala Dunia. Pentas mereka memaksa laga berhenti hingga 27 menit.

Dalam pertandingan yang membosankan dan dipenuhi gangguan, termasuk jeda yang begitu lama, pertandingan ini tidak pernah berlangsung lancar. Namun pemain Spanyol, Lamine Yamal dan Mikel Oyarzabal, sempat memaksa kiper Argentina, Emi Martinez, melakukan penyelamatan di babak pertama.

Spanyol terus-menerus mengeluhkan kinerja wasit, Slavko Vincic, terutama ketika gelandang Argentina, Alexis Mac Allister, menjegal Dani Olmo.

Wasit mengeluarkan kartu kuning pertama pada menit ke-40, ketika pemain bertahan Argentina, Lisandro Martinez menjatuhkan Oyarzabal. Bek Manchester United itu harus keluar lapangan karena cedera tak lama setelah momen itu.

Pertandingan memanas di masa tambahan waktu ketika Enzo Fernandez, yang sebelumnya sudah mendapat kartu kuning, menerima kartu kuning kedua akibat tekel ceroboh terhadap bek Spanyol, Pau Cubarsi.

Kiper Argentina, Martinez, menjadi pahlawan timnya. Dia mencegah Spanyol mencetak gol penentu kemenangan di detik-detik terakhir waktu normal dengan melakukan penyelamatan gemilang atas tendangan bebas Lamine Yamal.

Martinez juga melakukan aksi penyelamatan krusial saat menahan sundulan Williams. Williams sempat memasukkan bola ke dalam gawang, walau kemudian dianulir karena wasit menganggap gelandang Spanyol, Mikel Merino, melakukan pelanggaran terhadap bek Argentina, Nicolas Otamendi.

Sebelum final, Argentina sempat bangkit dari ketertinggalan. Mereka mengalahkan Mesir dan Inggris dengan situasi tersebut. Namun mereka tidak dapat mengulangi momen itu saat melawan Spanyol.

Dengan kemenangan ini, Spanyol berhasil menjuarai Piala Dunia putra untuk kedua kalinya.

Bagaimana analisis permainan Spanyol? Dari awal yang lambat menuju kejayaan

Perjalanan Spanyol di Piala Dunia 2026 dimulai dengan hasil imbang tanpa gol melawan Cape Verde dan berakhir dengan kejayaan meraih trofi tertinggi sepak bola.

Ini adalah kemenangan yang sepenuhnya pantas bagi tim Spanyol, yang permainannya semakin matang seiring berjalannya turnamen.

Mereka mengungguli tim Prancis yang sangat diunggulkan di semifinal, serta benar-benar berusaha memenangkan final Piala Dunia.

Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, memimpin tim ini dengan ketenangan dan sangat patut dipuji. Dia membimbing anak asuhannya mengalahkan Inggris di Jerman untuk memenangkan final Piala Eropa 2024.

Tim Spanyol harus dan terbukti menunjukkan ketenangan itu saat menghadapi berbagai provokasi dari pemain Argentina pada final Piala Dunia 2026.

Spanyol unggul jumlah pemain setelah Enzo Fernandez diusir wasit. Lini pertahanan Spanyol jarang menghadapi ancam Argentina. Strategi Fuente memasukkan Williams sebagai pemain pengganti memberi mereka daya serang yang tajam.

Ini bukanlah final yang sebanding dengan beberapa momen seru yang terlihat sepanjang turnamen. Namun Piala Dunia 2026 mendapatkan pemenang yang pantas.

Analisis Argentina – Perpisahan yang menyedihkan bagi Messi?

Jika ini memang menjadi pertandingan Piala Dunia terakhir untuk Lionel Messi, pertandingan itu berakhir dengan kekecewaan yang mendalam. Alasannya, sang juara bertahan kehilangan gelarnya dan ikon Argentina itu tak mampu memengaruhi jalannya pertandingan.

Messi yang kini berusia 39 tahun sepanjang laga final bermain dengan tempo yang lambat. Namun dia mencetak delapan gol pada turnamen ini dan sekali lagi menjadi pemimpin serta inspirasi bagi Argentina, terutama dalam kemenangan melawan Inggris, saat dia menginisiasi dua gol kemenangan timnya.

Pada laga final, Messi dijaga ketat oleh bek Spanyol. Messi hanya melepaskan satu tembakan, itu pun melenceng dari sasaran. Spanyol berhasil menjauhkan Messi dari kotak penalti mereka.

Messi tidak terbantu oleh strategi Argentina yang tampaknya lebih berfokus untuk membuat Spanyol frustrasi, alih-alih berkonsentrasi pada kualitas permainan yang sebenarnya.

Argentina memang menghadirkan banyak momen menegangkan dalam laga final ini, namun mereka tidak bisa mengeluh atas kemenangan Spanyol.